Minggu, 10 April 2016

KONSEP DASAR PERPUSTAKAAN



RESUME
KONSEP DASAR PERPUSTAKAAN
PADA MATA KULIAH PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN

A.    Pengertian Perpustakaan
Secara etimologis, perpustakaan berasal dari kata “ Pustaka,” yang berarti buku. Buku atau kitab adalah rangkaian tulisan berisi buah pikiran manusia yang sekaligus merupakan cermin budaya bangsa yang mengungkapkan rasa, cipta , dan karsa guna dibaca orang lain. Sementara perpustakaan mengandung arti kumpulan buku – buku yang disusun, ditata secara rapi, teratur menurut sistem tertentu, berdasarkan disiplin ilmu yaitu ilmu perpustakaan ( Koswara, 1998 : 1 ).
Menurut Sulistyo-Basuki (1991:3) Perpustakaan ialah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung.ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual.
B.     Fungsi Perpustakaan
1.      Fungsi penyimpanan.artinya, perpustakaan bertugas menyimpan koleksi buku atau bahan pustaka yang diterimanya.
2.      Frngsi penelitian. Artinya, perpustakaan bertugas menyediakan buku untuk keperluan penelitian.
3.      Fungsi informasi. Artinya, perpustakaan bertugas menyediakan informasi yang diperlukan pengguna baik atas layanan perpustakaan.
4.      Fungsi pendidikan. Artinya, perpustakaan dalam arti umum merupakan tempat belajar public seumur hidup, terutama bagi mereka yang tidak ada lagi dibangku sekolah.
5.      Fungsi rekreasi, masyarakat dapat menikmati rekreasi kultural dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti : Novel, cerita rakyat, puisi, dan sebagainya.
6.      Fungsi kultural.Artinya, perpustakaan menyimpan khazanah budaya bangsa atau masyarakat tempat perpustakaan berada dan juga meningkatkan nilai dan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya melalui proses penyediaan bahan bacaan.

C.     Macam-macam perpustakaan
1.      Menurut tempatnya
a.       Perpustakaan nasonal
Perpustakaan nasiona merupakan integrasi perpustakaan Musium Perpustakaan Nasional, Perpustakaan sejarah politik dan social, dan lain-lain.
1)       Menyimpan setiap pustaka yang diterbitkan di sebuah negara.
2)       Mengumpulkan atau memilih bahan pustaka terbitan lain mengenai negara yang bersangkutan.
3)       Menjadi pusat informasi negara yang bersangkutan.
4)       Pusat antar pinjam perpustakaan di negara yang bersangkutan serta antara negara yang bersangkutan dengan negara lain.
b.      Perpustakan Provinsi
Merupakan lembaga teknis daerah bidang perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah provinsi yang mempunyi tugas pokok melaksanakan pengembanmgan perpustakaan di wilayah provinsi serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat.
c.       Perustakaan Kabupaten/kota
Lembaga teknis atau daerah bidang perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah Kabuypatren/Kota sertamelaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum.
d.      Perustakaan Umum Kecamatan
Merupakan perpustakaan yang berada di kecamatan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.
e.       Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan
Merupakan perpustakaan yang berada di desa/kelurahan sebagai cabang layanan perpustakaan Kabupate/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di desa/kelurahan masing-masing.
f.       Perpustakaan Lembaga Pendidikan
Merupakan perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga pendidikan, seperti perpustakaan di SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.
g.      PerpustakaanLembaga Keagamaan
Merupakan perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga keagamaan, seperti perpustakaan di mesjid. Gereja, dan lain-lainnya.
h.      Perpustakaan Keliling
Merupakan perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum.
2.      Menurut jenis koleksi
a.       Perpustakaan Digital
Perpustakaan digital adalah perpustakaan dimana seluruh koleksinya sudah berbentuk digital. sementara menurut Digital Library Federation di Amerika Serikat memberikan definisi perpustakaan digital sebagai organisasi-organisasi yang menyediakan sumber-sumber, termasuk staff dengan keahlian khusus, untuk menyeleksi, menyusun, menginterpretasi, memberikan akses intelektual, mendistribusikan, melestarikan, dan menjamin keberadaan koleksi karya-karya digital sepanjang waktu sehingga koleksi tersebut dapat digunakan oleh komunitas masyarakat tertentu atau masyarakat terpilih, secara ekonomis dan mudah.
b.      Perpustakaan Hibrida
Perpustakaan hibrida adalah perpustakaan dimana koleksinya terdiri dari koleksi cetak dan juga koleksi elektronik.Sementara teknologi yang digunakan sebagai pendukung dalam aktivitas perpustakaan seperti temu kembali informasi.Proyek perpustakaan hibrida ini terutama banyak dikembangkan oleh perpustakaan-perpustakaan universitas di Inggris. Perbedaan yang mendasar antara perpustakaan digital dan perpustakaan hibrida adalah tentunya jenis koleksinya, dimana perpustakaan digital seluruh koleksinya berbentuk digital sementara koleksi untuk perpustakaan hibrida ada 2 jenis yaitu cetak dan elektronik.
3.      Perpustakaan berdasarkan sifatnya
a.       Perpustakaan Khusus.
Perpustakaan khusus adalah salah satu jenis perpustakaan yang dibentuk oleh lembaga (pemerintah/swasta) atau perusahaan atau asosiasi yang menangani atau mempunyai misi bidang tertentu dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan pustaka/informasi di lingkungannya dalam rangka mendukung pengembangan dan peningkatan lembaga maupun kemampuan sumber daya manusia.
b.      Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang bertugas mengumpulkan, menyimpan, mengatur dan menyajikan bahan pustakanya untuk masyarakat umum. Perpustakaan umum diselenggarakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa memandang latar belakang pendidikan, agama, adat istiadat, umur, jenis dan lain sebagainya, maka koleksi perpustakaan Umum pun terdiri dari beraneka ragam bidang dan pokok masalah sesuai dengan kebutuhan informasi dari pemakainya.
c.       Perpustakaan pribadi
Perpustakaan Pribadi. Merupakan perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi pribadi dan digunakan dalam ruang lingkup yang kecil, seperti perpustaan keluatrga

MEMBACA IDE

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Membaca adalah salah satu dari keterampilan dalam berbahasa. Membaca juga dikatan sebagai suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas. Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Tampilan komputer dapat pula dibaca.
Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri.
Membaca telaah isi dapat dibagi atas:
1.      Membaca teliti
2.      Membaca pemahaman
3.      Membaca kritis
4.      Membaca ide.
Dalam makalah ini yang akan ditelaah adalah membaca teliti.

B.     Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud membaca ide?
2.      Apakah manfaat membaca ide?
3.      Bagaimanakah kriteria pembaca yang baik?
4.      Bagaimanakah hubungan membaca ide dengan membaca telaah isi yang lain (teliti, pemahaman, kritis)?
5.      Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca Ide?


C.     Tujuan
1.      Apa yang dimaksud membaca ide?
2.      Apakah manfaat membaca ide?
3.      Bagaimanakah kriteria pembaca yang baik?
4.      Bagaimanakah hubungan membaca ide dengan membaca telaah isi yang lain (teliti, pemahaman, kritis)?
5.      Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca Ide?

























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian membaca ide
Membaca Ide (Tarigan, 2008:120) adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan. Kita harus sadar, sepanjang kehidupan banyak informasi yang kita manfaatkan berasal dari bacaan. Bagi banyak orang, koran dan penerbitan-penerbita berkala merupakan sumber utama orang lain membaca buku-buku yang mereka beli.
Sedangkan yang lainnya memasuki suatu perkumpulan yang mengirim satu buku setiap bulan. Perpusatakaan umum dan keliling juga merupakan sumber bagi sekelompok orang. Semua bahan bacaan ini merupakan sumber topik-topik bagi diskusi, percakapan, penuturan cerita, penjelasan, laporan, serta kegiatan-kegiatan lisan dan tulisan lainnya.
Membaca untuk mengetahui merupakan suatu topik yang baik. Masalah apa yang terdapat pada cerita itu, apa yang dipelajari oleh sang tokoh dan merangkumkan apa yang dilakukan oleh sang tokoh untuk mencapai maksudnya. Kegiatan serupa itu disebut reading for  my ideas (Anderson dalam Tarigan, 2008:120), atau dapat diperjelas dengan membaca untuk mencari ide-ide penting.
Pembaca yang baik tahu mengapa dia membaca. Setiap pembaca yang baik ialah bahwa dia tahu dan sadar mengapa dia menbaca. Dua buah maksud yang paling umum menurut Tarigan (2008:121) adalah:
1.      mencari informasi
2.      menikmati bacaan
Kedua alasan tersebut mempunyai beribu adaptasi, tetapi pada hakikatnya dalam setiap bentuk berusaha mengajak para pembaca menyesuaikan diri pada halaman-halaman cetakan.
Pembaca yang baik adalah memahami benar-benar apa yang dibacanya. Hal ini menuntut perhatian atau konsentrasi dan suatu kemampuan yang erat sekali berhubungan dengan maksud. Serta menuntut pengetahuan mengenai kata-kata dan keresponsifan terhadap organisasi bagian sebagai suatu keseluruhan.
Pembaca yang baik pula dapat dilihat bagaimana dia,
1.      Mengetahui alasan mengapa dia membaca
2.      Memahami apa yang dibacanya
3.      Menguasai teknik kecepatan membaca
4.      Mengenal berbagai media cetak
Pemahaman juga sangat dibantu oleh refleksi atau pemikiran terhadap apa yang dibaca.

B.     Manfaat membaca ide
Orang yang lebih banyak membaca maka akan mempunyai banyak ilmu pengetahuan dan pengalaman, dan orang yang kaya akan ilmu dan pengalaman akan mudah berbicara atau menulis tentang ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya.
Begitu juga semakin banyak membaca orang akan semakin terampil berbahasa, dan orang yang terampil dalam berbahasa akan semakin cerah dan jelas jalan fikirannya.
Ketika kita membaca sebuah buku, apakah buku tersebut kita baca secara keseluruhan begitu saja? Tanpa tahu apa maksud yang disampaikan si penulis yang mampu memberikan peningkatan kualitas ilmu dan pengalaman kita. Atau kita cukup tahu saja maksud si penulis? Namun tanpa menemukan ide, gagasan, serta cita-cita si penuli dalam tulisannya.
Dalam membaca apa saja, hendaklah kita menemukan ide pokok pada bacaan tersebut. Jangan sampai hanya membuang waktu untuk menekuni detail semua bacaan
Dengan membaca ide memberikan banyak manfaat bagi tercapainya tujuan membaca yang optimal dan mampu membawa kepada peningkatan berbahasa bagi pembacanya.
Dengan membaca ide kita dapat menemukan gagasan, ide yang terkandung pada bacaan dengan cepat dan tepat tanpa membacanya secara keseluruhan secara detail. Dengan membaca ide atau gagasan pokok maka kita sebenarnya telah menghemat waktu dan tenaga dalam membaca.

C.     Kriteria Pembaca Yang Baik
Agar kita dapat mencari, menemukan, serta mendapatkan keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bacaan, kita harus berusaha membuat diri kita menjadi pembaca yang baik atau a good reader. Berikut ini adalah  beberapa kriteria pembaca yang baik :
1.      Pembaca Yang Baik Tahu Mengapa Dia Membaca
Syarat pertama bagi setiap pembaca yang baik  ialah bahwa dia tahu dan sadar mengapa dia membaca. Dua maksud yang paling umum adalah :
a)      Mencari informasi
b)      Menikmati bacaan
Kedua alasan tersebut mempunyai beribu adaptasi, tetapi pada hakikatnya dalam setiap bentuk berusaha mengajak para pembaca menyesuaikan diri pada halaman-halaman cetakan.
2.      Pembaca yang Baik Memahami Apa yang Dibacanya
Syarat kedua bagi setiap pembaca yang baik adalah memahami benar-benar apa yang dibacakannya. Dalam hal ini lebih menuntut pada perhatian atau onsentrasi dan suatu kemampuan yang erat seklai berhubungan dengan maksudnya.
Pembaca yang baik adalah memahami benar-benar apa yang dibacanya. Hal ini menuntut perhatian atau konsentrasi dan suatu kemampuan yang erat sekali berhubungan dengan maksud. Serta menuntut pengetahuan mengenai kata-kata dan keresponsifan terhadap organisasi bagian sebagai suatu keseluruhan.
3.      Pembaca yang Baik Harus Menguasai Kecepatan Membaca
Salah satu yang harus dimiliki pembaca ialah memiliki ragam kecepatan membaca, menurut Tarigan (2008) sesuai dengan sifat bacaan yang menuntut perhatiannya, kecepatan membaca digolongkan sebagai berikut:
a)      Membaca sekilas, memetik secara kasar tiga atau empat hal dalam satu halaman untuk memperoleh gambaran umum bagian sebagian suatu keseluruhan.
b)      Membaca dengan cepat (to scan), yaitu membaca segala sesuatu secara cepat untuk mencari hal tertentu yang dia inginkan. Membaca cepat yang baik rata-rata 800 – 1000 kata dalam satu menit. Dia tidak akan dapat lulus ujian berdasarkan apa yang telah dibacanya dengan cepat, tetapi dia akan mendapatkan apa yang dicarinya.
c)      Membacanya demi kesenangan; suatu cara membaca yang melewatkan hal-hal yang kurang menarik, dan membaca lambat-lambat hal-hal yang menarik hati atau ketika terdapat apresiasi yang kuat. Membaca seperti ini rata-rata sekitar 500 – 600 kata dalam satu menit.
d)     Membaca dengan serius bahan-bahan yang penting dan tidak akan kehilangan suatu hal. Membaca seperti ini rata-rata dengan kecepatan 300 – 500 kata dalam satu menit.
Atau dapat pula diukur dalam skala yang lebih luas,
0 – 150 kpm (Lambat)
151 – 300 kpm (Rata-rata)
301 – 500 kpm (Cepat)
501 – 750 kpm (Tinggi)
751 – 1000 kpm (Sangat tinggi)
(digunakan membaca skimming atau scanning)
Dalam menentukan kecepatan membaca, digunakan rumus KEM (Kecepatan Efektif Membaca), yaitu:

Keterangan:
K              jumlah kata yang dibaca
Wm          : waktu tempuh baca dalam satuan menit
B              : skor bobot perolehan tes yang dapat dijawab dengan benar
SI             : skor ideal atau skor maksimal
kpm          : kata per menit
4.      Pembaca yang Baik Harus Mengenal Media Cetak
Syarat ke empat yang harus dimiliki oleh pembaca yang baik adalah dia harus mengenal bentuk-bentuk kontemporer media cetak, yang meliputi:
a)      Papersbacks (buku saku; buku berjilid tipis; kulit kertas);
b)      Media grafika (komik; kartun, foto; penyajian statistik, grafis, diagram, peta, dan lain-lain);
c)      Majalah
d)     Surat kabar
Dalam bentuk-bentuk kontemporer media cetak tersebut terpendam ide-ide kontemporer yang dapat kita manfaatkan demi kemajuan hidup kita merupakan sumber yang tidak kunjung kering dengan bahan yang selalu segar. 

D.    Hubungan Membaca Ide dengan Membaca Telaah Isi yang Lain (Teliti, Pemahaman, Kritis)
Hubungan antara membaca ide dengan berbagai membaca telaah isi dengan membaca telaah isi yang lain antara lain (Iwans, 2008):
1.      Hubungan dengan Membaca Teliti
Untuk membaca ide pada setiap bacaan tentunya perlu ketelitian yang baik dari pembaca untuk menemukan ide, gagasan pada tulisan yang dibacanya. Maka terlihat jelas membaca teliti merupakan tahapan untuk mencapai/menemukan ide, gagasan dalam bacaan.
2.      Hubungan dengan Membaca Pemahaman
Bagaimana kita dapat menemukan ide, gagasan dalam tulisan apabila kita tidak memahami bacaan yang kita baca tersebut. Maka membaca pemahaman juga erat hubungannya dengan membaca ide.
3.      Hubungan dengan Membaca Kritis
Seorang pembaca kritis tidak akan mampu menganalisis suatu bacaan apabila dia sendiri tidak mengetahui/menemukan gagasan, ide yang sebenarnya yang dimaksudkan oleh penulis. Maka membaca ide adalah suatu tahapan untuk menjadi pembaca kritis dan begitu pula sebaliknya.

E.     Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca Ide?
Kemampuan membaca ide merupakan keharusan yang dimilki oleh para mahasiswa/pelajar pada khususnya, begitu juga bagi setiap pembaca pada umumnya. Tentunya dengan maksud untuk mencapai tujuan membaca yang optimal. Untuk menjadi seorang pembaca ide, kita harus menjadi seorang pembaca yang baik (a good raider). Bagaimana untuk menjadi seorang pembaca yang baik?
Berikut ada beberapa cara untuk menjadi sorang pembaca yang baik, yaitu:
1.      Mengetahui alasan kenapa dia membaca
2.      Memahami apa yang dibacanya
3.      Menguasai takhnik kecepatan membaca
4.      Mengenal berbagai media cetak
Selain cara di atas ada cara yang lain untuk menjadi seorang pembaca ide, yaitu berusaha menemukan dan menangkap ide pokok. Untuk mendapatkan ide pokok dengan cepat dan tepat kita harus :
1.      Berpikir bersama penulis, mengikuti struktur dan gaya penulisannya.
2.      Baca dengan mendesak, dengan tujuan mendapatkan ide pokok, secara cepat.
3.      Jangan baca kata per kata, melainkan serap ide.
4.      Bergerak lebih cepat, tapi jangan kehilangan pengertian.
5.      Bacalah dengan cepat, dengan cepat mengerti idenya. Get in, get the thought, and get out.
6.      Anda harus melecut diri untuk cepat mencari arti sentral.
7.      Kurangi kebiasaan menekuni detail kecil.
8.      Cepat bereaksi terhadap pokok dari suatu karangan dengan akurat.
Namun pada dasarnya untuk meningkatkan kemampuan membaca ide tidak ada cara/metode yang paling tepat, karena setiap pembaca harus mengembangkan sendiri strategi ataupun metode-metode untuk membaca ide. Tapi beberapa cara/metode/resep di atas tentunya bisa dicoba.




























BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
1.      Membaca Ide (adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.
2.      Dengan membaca ide kita dapat menemukan gagasan, ide yang terkandung pada bacaan dengan cepat dan tepat tanpa membacanya secara keseluruhan secara detail.
3.      Kriteria Pembaca Yang Baik
a.       Pembaca Yang Baik Tahu Mengapa Dia Membaca
b.      Pembaca yang Baik Memahami Apa yang Dibacanya
c.       Pembaca yang Baik Harus Menguasai Kecepatan Membaca
d.      Pembaca yang Baik Harus Mengenal Media Cetak
4.      Hubungan Membaca Ide dengan Membaca Telaah Isi yang Lain
a.       Hubungan dengan Membaca Teliti
b.      Hubungan dengan Membaca Pemahaman
c.       Hubungan dengan Membaca Kritis
5.      Berikut ada salah satu cara untuk menjadi sorang pembaca yang baik, yaitu:\
a.       Mengetahui alasan kenapa dia membaca
b.      Memahami apa yang dibacanya
c.       Menguasai takhnik kecepatan membaca
d.      Mengenal berbagai media cetak
B.     Kritik dan Saran
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.





DAFTAR PUSTAKA

http://iwanswae.blogspot.sg/2008/10/makalah-membaca-ide.html